Eva Dwiana Dorong Kader HMI Berintegritas dan Visioner, Basic Training Raya Jadi Kawah Candradimuka Pemimpin Muda

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

BANDAR LAMPUNG — Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Basic Training Raya 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung di Aula Gedung Semergou, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini dinilai menjadi momentum strategis untuk mencetak kader muda yang intelektual, visioner, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Mengusung tema “Akselerasi Kaderisasi Raya: Membangun Generasi HMI yang Intelektual, Visioner, dan Berintegritas Melalui Sinergi Himpunan Menjawab Tantangan Zaman”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa calon kader dari berbagai komisariat di lingkungan HMI Cabang Bandar Lampung serta perwakilan sejumlah cabang HMI di Provinsi Lampung.

Sejumlah tokoh nasional dan alumni turut menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Dalam kesempatan itu, Eva Dwiana menegaskan bahwa Basic Training atau Latihan Kader I (LK I) bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan tahap fundamental dalam membangun pola pikir, membentuk mentalitas, dan menanamkan karakter kepemimpinan mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.

Menurutnya, kaderisasi harus mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teori, tetapi juga memiliki keberanian berpikir kritis, kepekaan sosial, serta kemampuan menawarkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Kader muda harus mampu berpikir kritis, bergerak inovatif, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Ilmu yang diperoleh selama proses kaderisasi harus diwujudkan dalam gagasan dan tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Eva Dwiana juga menyoroti pentingnya kesiapan kader HMI menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang. Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk melahirkan inovasi, memperluas wawasan, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Namun, kecerdasan intelektual saja dinilai tidak cukup. Menurutnya, kapasitas berpikir harus berjalan beriringan dengan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab moral.

Nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi landasan HMI, lanjutnya, harus tercermin dalam sikap dan perilaku setiap kader. Sebab, pemimpin masa depan tidak hanya dituntut memiliki visi besar, tetapi juga harus mampu menjaga prinsip, menjunjung etika, dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandar Lampung membuka ruang kolaborasi bagi organisasi kepemudaan dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah dan kalangan intelektual muda diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut menjadi rekomendasi kebijakan, gagasan konstruktif, serta aksi nyata yang menjawab kebutuhan warga.

Bagi HMI, momentum Basic Training Raya 2026 sekaligus menjadi tantangan untuk memastikan proses kaderisasi benar-benar menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap mengambil peran di tengah dinamika sosial.

Kaderisasi yang kuat bukan hanya melahirkan kader yang pandai berbicara, tetapi juga generasi yang berani berpikir, konsisten menjaga integritas, dan mampu membuktikan kontribusinya melalui kerja nyata.

Dengan semangat tersebut, Basic Training Raya 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya kader HMI yang mampu menjaga idealisme, memperkuat tradisi intelektual, serta mengambil bagian dalam mendorong kemajuan Kota Bandar Lampung dan pembangunan Indonesia. (Sangun)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *