Pemkab Tubaba Dukung Eksplorasi Migas, Koordinasi dan Perlindungan Warga Jadi Sorotan

REDAKSI
banner 120x600

TULANG BAWANG BARAT — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendukung pelaksanaan Survei Seismik 2D Gerbera sebagai bagian dari upaya Pertamina EP menggali potensi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Lampung.

Namun, dukungan tersebut disertai penekanan tegas agar seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai aturan, standar teknis, serta tidak mengabaikan keselamatan, lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba saat mewakili Bupati Ir. Novriwan Jaya, S.P., dalam Sosialisasi Survei Seismik 2D Gerbera, Kamis (8/10/2026).

Pemkab meminta komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, kecamatan, tiyuh dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Koordinasi dan pengawasan harus berjalan selama kegiatan berlangsung.

“Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti pada sosialisasi. Setelah sosialisasi harus dilanjutkan dengan komunikasi, koordinasi, pengawasan, serta tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Survei tersebut akan melintasi sejumlah wilayah Tubaba, yakni Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, Pagar Dewa, Lambu Kibang, Gunung Agung, Way Kenanga, Gunung Terang dan Batu Putih. Kecamatan Tumijajar juga diminta menjadi perhatian dalam proses koordinasi dan sosialisasi.

Membaca Potensi Migas dari Bawah Permukaan Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Lampung, Sopan Sopian, mengatakan survei seismik menjadi tahapan penting untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan sekaligus mengidentifikasi potensi migas.

Hasil survei nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah eksplorasi berikutnya, termasuk kemungkinan pemboran apabila data menunjukkan potensi yang memenuhi persyaratan.

“Survei seismik 2D ini merupakan bagian penting untuk menggali dan membuktikan potensi sumber daya migas di wilayah Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager PT Pertamina EP Regional 1, Raditiya Sais Putra, mengungkapkan survei Gerbera merupakan bagian dari upaya Pertamina kembali mengeksplorasi potensi migas di Lampung dan Sumatera Selatan.

Untuk Lampung, survei mencakup lima kabupaten, termasuk Tubaba.

Menurutnya, Pertamina pernah melakukan kegiatan serupa pada 2010. Setelah sekitar 16 tahun, eksplorasi kembali dilakukan berdasarkan wilayah kerja Sumbagsel Area 1.

“Berdasarkan data dan kajian awal, terdapat indikasi potensi migas di wilayah kerja kami, termasuk di bawah permukaan wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat,” katanya.

Survei Dimulai November, Berlangsung hingga 10 Bulan. Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Meylant, menyebut survei dijadwalkan mulai November dan diperkirakan berlangsung 8 hingga 10 bulan.

Kegiatan ini ditujukan untuk memperoleh data struktur bawah permukaan sebagai dasar menentukan kelanjutan eksplorasi. Jika hasil kajian menunjukkan potensi yang memenuhi persyaratan, pemboran eksplorasi di Lampung diproyeksikan berlangsung pada 2030–2032.

Pemkab Tubaba menegaskan dukungan terhadap eksplorasi migas tetap harus berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat dan lingkungan.

Artinya, potensi migas memang perlu digali, tetapi keselamatan warga, kepatuhan terhadap regulasi, transparansi komunikasi dan pengawasan lapangan tidak boleh menjadi urusan kedua. (Budi)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *