Bupati Hamartoni Buka Bimtek Literasi Informasi, Tekankan Pentingnya Cerdas Menyaring Informasi

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

KOTABUMI — Di tengah derasnya arus informasi yang semakin sulit dibendung, kemampuan masyarakat dalam memilah dan menggunakan informasi menjadi kebutuhan penting. Tidak cukup hanya mampu menemukan informasi, masyarakat juga dituntut mampu menelusuri, memahami, menilai, memilih hingga menggunakan informasi secara bijaksana.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Senin (28/9/2026).

Hamartoni menegaskan, literasi informasi bukan sekadar aktivitas menambah pengetahuan. Lebih dari itu, literasi merupakan fondasi untuk membentuk masyarakat yang mampu berpikir kritis dan tidak mudah terseret oleh informasi yang belum tentu benar.

“Kegiatan ini bukan sekadar menambah pengetahuan. Ini merupakan bagian dari membangun masyarakat yang cerdas dalam menerima informasi, kritis dalam menyikapi, dan bijaksana dalam menggunakannya,” tegas Hamartoni.

Menurutnya, kecakapan mengelola informasi menjadi semakin penting seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media digital. Informasi kini dapat menyebar dalam hitungan detik, sehingga kemampuan untuk memastikan kebenaran dan memahami konteks informasi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Bimtek tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang literasi, bahasa dan komunikasi, yakni Praktisi Literasi Dra. Nella Watty Ningsih, M.M., Perwakilan Balai Bahasa Erwin Wibowo, S.Sos., M.Pd., serta Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung Andi Windali, S.I.Kom., M.Comm & Media.

Kegiatan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, serta pegiat literasi. Mereka dibekali penguatan kapasitas agar mampu menjalankan peran lebih strategis dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap penguatan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu diterjemahkan dalam praktik sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, perpustakaan maupun ruang publik.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi pengguna informasi yang cerdas, kritis, bertanggung jawab dan berbudaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Literasi Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aprilia, S.T., M.M., Ketua ATPUSI Yan Pernando, serta perwakilan DPRD Lampung Utara. (Egi)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *