Kadiskes Tumbang,55 Pejabat Berebut 10 Kursi Eselon II Lampura, Pertarungan Masuk Tiga Besar Makin Panas

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

LAMPUNG UTARA — Satu kursi tumbang, 10 kursi lainnya kini memasuki arena pertarungan yang jauh lebih panas. Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mulai mengerucut. Dari 11 jabatan eselon II yang semula dibuka, kursi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) harus dihentikan karena jumlah peserta yang memenuhi syarat tidak mencapai batas minimal.

Sementara itu, 55 peserta yang lolos administrasi dan rekam jejak kini harus bertarung memperebutkan 10 kursi strategis di lingkungan Pemkab Lampura.

Tidak ada lagi ruang untuk sekadar mengandalkan status lolos administrasi. Tahapan berikutnya akan menjadi medan penyaringan yang sesungguhnya.

Penghentian seleksi Kadiskes tertuang dalam Pengumuman Panitia Seleksi Terbuka JPTP Lampura Nomor 08/PANSEL JPTP-LU/2026 tentang Hasil Nilai Administrasi (Rekam Jejak) Peserta Seleksi Terbuka JPTP Tahun 2026, tertanggal 26 September 2026.

Wakil Ketua Pansel JPTP Lampura, Syarif Hidayat AR, membenarkan proses seleksi Kadiskes dihentikan.

Dari empat pelamar yang memasukkan berkas, hanya dua peserta yang dinyatakan memenuhi syarat.

“ dari jumlah pelamar, hanya dua dinyatakan lulus oleh pansel. secara aturan minimal tiga orang yang lulus untuk bisa memasuki tahapan berikutnya,”  terang Syarif. Minggu (27/9/2026).

Dengan demikian, kursi Kadiskes untuk sementara keluar dari arena seleksi 2026.

Syarif menyebut posisi tersebut kemungkinan kembali dibuka pada seleksi berikutnya, bersamaan dengan jabatan kepala OPD lain yang memasuki masa purna bakti

55 Nama Masuk Arena, Hanya Tiga yang Akan Bertahan. Sementara satu kursi telah tumbang, pertarungan di 10 jabatan lainnya justru semakin mengerucut.

55 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan tahapan seleksi. Namun dari puluhan nama tersebut, hanya tiga kandidat yang nantinya akan ditetapkan untuk setiap jabatan.

Artinya, setiap peserta masih harus mempertahankan posisinya hingga babak akhir.

Untuk Asisten Administrasi Umum, tiga dari empat pelamar dinyatakan memenuhi syarat.

Pada posisi Kepala Dinas PMDT, seluruh lima pelamar dinyatakan memenuhi syarat.

Persaingan paling ramai salah satunya terjadi pada jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, dengan delapan peserta dinyatakan MS.

Kemudian Kepala BPKA diikuti tujuh peserta yang memenuhi syarat.

Posisi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja juga diikuti tujuh peserta dan seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat.

Sementara jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memiliki enam peserta yang memenuhi syarat. Jumlah yang sama juga tercatat pada seleksi Kepala Disdukcapil.

Untuk jabatan Kepala Dinas Perkim, empat peserta dinyatakan memenuhi syarat. Jumlah yang sama juga terjadi pada posisi Kepala SDABMBK.

Sedangkan seleksi Kepala BKPSDM diikuti lima peserta, namun hanya tiga yang dinyatakan memenuhi syarat.

Mulai 27 September, Medan Seleksi Dibuka, Babak selanjutnya segera dimulai. Pansel menjadwalkan uji kompetensi manajerial dan sosial kultural pada 27–29 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Peserta yang tidak hadir dalam uji kompetensi dinyatakan mengundurkan diri atau gugur dari proses seleksi.

Setelah itu, peserta masih akan berhadapan dengan penulisan makalah, penilaian makalah dan wawancara.

Dari seluruh tahapan tersebut, pansel akan menentukan tiga kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan.

Dengan kata lain, 55 nama yang kini dinyatakan lolos belum memiliki tiket menuju kursi eselon II.

Mereka baru melewati satu pintu.Pintu berikutnya jauh lebih menentukan. Sebab, semakin dekat menuju tiga besar, semakin sedikit ruang untuk bertahan.

Pansel menegaskan seluruh keputusan dan tindak lanjut proses seleksi akan dituangkan melalui keputusan serta pengumuman pada setiap tahapan.

Kini, satu kursi sudah tumbang sebelum pertarungan memasuki babak berikutnya.

10 kursi masih terbuka. 55 peserta masih berdiri. Tetapi pada akhirnya, hanya tiga nama di setiap jabatan yang akan bertahan sampai daftar kandidat terbaik.

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang mendaftar. Melainkan siapa yang mampu bertahan ketika seleksi benar-benar memasuki babak penentuan. (**)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *