KOTABUMI,- Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Lampung Utara bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, PMI kembali diingatkan pada satu hal mendasar yakni kemanusiaan tidak boleh berhenti pada slogan.
Pesan itu mengemuka saat Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., S.H., M.H., menghadiri peringatan HUT ke-81 PMI di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Senin (21/9/2026).
Mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”, momentum tersebut menjadi penegasan bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian di atas kertas. Kepedulian harus diterjemahkan menjadi tindakan, dan tindakan akan jauh lebih kuat ketika dilakukan secara bersama-sama.
Dalam sambutannya, Wabup Romli menegaskan bahwa PMI bukan sekadar organisasi yang hadir ketika terjadi bencana atau masyarakat membutuhkan darah. PMI, menurutnya, merupakan salah satu wajah nyata dari semangat kemanusiaan.
“Peduli berawal dari kepekaan hati, bergerak adalah mewujudkan kepedulian menjadi tindakan nyata dan bersama melipatgandakan kekuatan kita,” ujar Romli.
Pernyataan itu menjadi pesan penting bahwa persoalan kemanusiaan tidak bisa diselesaikan dengan hanya mengandalkan pemerintah. Relawan, pendonor darah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat memiliki ruang yang sama untuk mengambil peran.
Romli juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan fisik. Menurutnya, membangun Lampung Utara juga berarti membangun kehidupan, harapan dan kepedulian, sekaligus memastikan masyarakat yang sedang menghadapi persoalan tidak merasa berjalan sendirian.
“Semangat inilah yang harus kita tumbuhkan dalam membangun Kabupaten Lampung Utara. Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga membangun kehidupan, harapan, kepedulian, serta memastikan tidak ada warga yang merasa berjuang sendirian,” tegasnya.
Dalam kondisi ini, peran relawan dan pendonor darah menjadi penting. Mereka bergerak tanpa menunggu sorotan. Ketika stok darah dibutuhkan, ketika bencana datang, atau ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit, kerja kemanusiaan justru diuji melalui tindakan nyata.
Peduli harus berani bergerak. Bergerak membutuhkan kebersamaan. Dan kebersamaan harus menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
HUT ke-81 PMI bukan hanya tentang bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak boleh kehilangan kepedulian, dan kepedulian tidak boleh berhenti sebagai kata-kata.
Acara turut dihadiri Ketua PMI Kabupaten Lampung Utara Drs. Budi Utomo, M.M., Ketua DPRD Lampung Utara yang diwakili Anggota DPRD Netty Hastuti, S.H., Ketua I TP-PKK Betty Viviyanti Romli, S.Pd., serta unsur Forkopimda Lampung Utara. (Egi)














