Kendaraan Puskesmas Mider Dicek, Program Kesehatan Keliling Lampura Diperluas

REDAKSI
banner 120x600

KOTABUMI — Jangan sampai program bagus hanya berhenti di atas kertas. Pesan itulah yang mengemuka ketika Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar apel kendaraan dinas Puskesmas Mider sekaligus melakukan review terhadap pelaksanaan program pelayanan kesehatan keliling.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pemkab Lampung Utara, Jumat (11/9/2026), dipimpin langsung Wakil Bupati Lampung Utara Romli, S.Kom., S.H., M.H.

Pengecekan kendaraan menjadi perhatian utama. Satu per satu kondisi kendaraan operasional diperiksa untuk memastikan armada yang menjadi ujung tombak pelayanan tersebut benar-benar siap jalan, layak digunakan, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke desa dan kelurahan.

Ini penting. Sebab Puskesmas Mider dirancang untuk membawa pelayanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan umum dan pemberian obat-obatan secara gratis.

Artinya, kendaraan bukan sekadar aset pemerintah yang terparkir di halaman kantor. Armada tersebut merupakan bagian dari rantai pelayanan yang menentukan apakah tenaga kesehatan bisa bergerak cepat atau justru terkendala ketika harus turun ke lapangan.

Usai apel, agenda berlanjut ke Rapat Koordinasi Review Puskesmas Mider di Ruang Tapis Setdakab Lampung Utara.

Rakor dipimpin Wakil Bupati Romli, didampingi Sekretaris Daerah Dra. Intji Indriati, M.H., serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Mat Soleh, M.Pd.

Forum tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali pelaksanaan program di lapangan, apa yang sudah berjalan, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana memastikan pelayanan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Puskesmas Mider merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

Menariknya, cakupan review tahun ini diperluas. Jika sebelumnya evaluasi dilakukan di dua kecamatan, kini menjadi lima kecamatan.

Perluasan tersebut bukan sekadar soal menambah wilayah. Lebih jauh, langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin mengukur efektivitas program dengan jangkauan yang lebih luas dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi penting karena keberhasilan Puskesmas Mider tidak hanya ditentukan oleh tersedianya kendaraan. Ada kesiapan tenaga kesehatan, obat-obatan, koordinasi antar-fasilitas kesehatan, hingga konsistensi pelayanan di lapangan.

Sebab ukuran keberhasilan sebuah program kesehatan bukan semata-mata berapa kali kegiatan dilaksanakan atau berapa banyak laporan dibuat. Ukurannya adalah seberapa jauh masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap seluruh jajaran terkait menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan armada yang siap, tenaga kesehatan yang bergerak, serta evaluasi yang terus dilakukan, Puskesmas Mider diharapkan benar-benar menjadi wajah pelayanan pemerintah yang hadir sampai ke pintu masyarakat—bukan sekadar nama sebuah program.

Rakor diikuti seluruh Kepala Puskesmas, jajaran Dinas Kesehatan, serta Rumah Sakit Umum Ryacudu. (Arif)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *