KOTABUMI — Alumni perguruan tinggi bukan sekadar pemilik ijazah dan kenangan masa kuliah. Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, para alumni justru memiliki modal besar berupa ilmu, pengalaman dan jejaring yang dapat dikonversi menjadi kekuatan untuk membangun daerah. Semangat itulah yang mengemuka dalam Sarasehan Alumni Universitas Muhammadiyah Kotabumi (Umko), Kamis (10/9/2026).
Mengusung tema “Alumni Umko Bergerak Bersama, Sinergi dan Berkolaborasi untuk Kemajuan Lampung Utara”, kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Bupati Lampung Utara Romli, S.Kom., S.H., M.H. sebagai narasumber utama.
Suasana sarasehan berlangsung hangat. Namun, forum tersebut bukan sekadar ajang berkumpul atau bernostalgia. Lebih dari itu, para alumni didorong untuk melihat potensi besar yang mereka miliki dan mengarahkannya menjadi kontribusi nyata bagi Lampung Utara.
Ilmu yang diperoleh dari kampus diharapkan tidak berhenti di ruang akademik. Gagasan harus bergerak, jejaring harus terhubung, dan kontribusi harus benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Wabup Romli menekankan pentingnya keterlibatan aktif alumni dalam pembangunan daerah. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat agar program pembangunan dapat berjalan lebih kuat dan tepat sasaran.
Alumni Umko dinilai memiliki potensi besar untuk mengambil peran tersebut. Dengan latar belakang profesi dan keahlian yang beragam, para alumni dapat menjadi sumber gagasan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan inovasi di berbagai sektor.
Mulai dari pendidikan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, sosial, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Ketika pemerintah bergerak dengan kebijakan dan alumni bergerak dengan gagasan serta keahlian, maka ruang kolaborasi untuk kemajuan daerah akan semakin terbuka.
Sarasehan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kembali jaringan antaralumni. Silaturahmi tidak hanya dijaga sebagai hubungan personal, tetapi diarahkan menjadi jejaring produktif yang mampu melahirkan program dan gerakan bersama.
Lampung Utara membutuhkan banyak tangan untuk bergerak. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Perguruan tinggi, alumni, dunia usaha, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang untuk memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Dari forum tersebut, harapannya sederhana tetapi besar: alumni tidak hanya bangga pernah menjadi bagian dari Umko, tetapi juga bangga ketika mampu memberikan sesuatu bagi daerah yang mereka cintai.
Dengan semangat bergerak bersama, bersinergi dan berkolaborasi, alumni Umko diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan yang ikut mendorong percepatan kemajuan Lampung Utara.
( Egi)














