Bupati Enos Dorong Sinergi dengan Lapas Martapura Diperkuat, Pembinaan Warga Binaan Jadi Sorotan

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

OKU TIMUR – Pergantian pucuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Martapura menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembinaan warga binaan.

Hal tersebut disampaikan Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M. saat menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Lapas Kelas IIB Martapura di Lapas Kelas IIB Martapura, Senin (31/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lanosin menyampaikan apresiasi kepada Kepala Lapas Kelas IIB Martapura sebelumnya, Abas Ruchandar, A.Md.IP., S.Sos., M.AP., atas dedikasi, komunikasi serta kerja sama yang telah terjalin dengan Pemkab OKU Timur selama menjalankan tugas.

“Kepada Pak Abas, selamat melanjutkan pengabdian di tempat yang baru. Semoga selalu diberikan kelancaran dan kesuksesan,” ujar Bupati.

Di sisi lain, Bupati menyambut kedatangan Kepala Lapas Kelas IIB Martapura yang baru, Farizal Antony, A.Md.IP., S.H., M.H. Ia berharap pergantian kepemimpinan tersebut menjadi awal penguatan kolaborasi antara Lapas dan Pemkab OKU Timur.

“Kepada Pak Farizal Antony, selamat datang dan selamat bertugas di Bumi Sebiduk Sehaluan. Besar harapan kami sinergi antara Lapas Kelas IIB Martapura dan Pemerintah Kabupaten OKU Timur dapat terus dilanjutkan dan semakin diperkuat,” katanya.

Menurut Lanosin, kerja sama antara pemerintah daerah dan jajaran pemasyarakatan tidak sebatas koordinasi kelembagaan. Lebih dari itu, sinergi dapat diarahkan untuk memperkuat proses pembinaan warga binaan agar memiliki bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Kita ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mendapatkan bekal yang cukup sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka benar-benar siap untuk berbaur, berkarya, dan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” jelasnya.

Ia pun mendorong agar pembinaan warga binaan dilakukan secara humanis, produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, masa pembinaan tidak hanya menjadi proses menjalani hukuman, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun keterampilan, mental serta kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Selatan Yulius Sahruzah, Bc.IP., S.H., M.H. menegaskan, pergantian pimpinan tidak berarti seluruh program harus dimulai kembali dari nol.

Menurutnya, berbagai program dan capaian yang telah dibangun pimpinan sebelumnya merupakan fondasi yang harus dijaga sekaligus disempurnakan.

“Pergantian pimpinan bukan berarti memulai segala sesuatu dari awal. Apa yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya merupakan fondasi yang harus dihargai, dipelihara, dan apabila diperlukan disempurnakan,” ujarnya.

Yulius berharap Kepala Lapas Kelas IIB Martapura yang baru mampu menghadirkan gagasan serta langkah strategis agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan semakin adaptif dan responsif terhadap tantangan yang berkembang.

Kepala Lapas Kelas IIB Martapura sebelumnya, Abas Ruchandar, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan berbagai pihak selama dirinya menjalankan tugas di Martapura.

Sementara Kepala Lapas Kelas IIB Martapura yang baru, Farizal Antony, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta melanjutkan kerja sama dan sinergi dengan seluruh pihak terkait.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Pipas Kanwil Ditjen PAS Sumatera Selatan Ny. Yeni Yulius, Kepala UPT Lapas Kelas I Palembang M. Pithra Jaya Saragih, A.Md.IP., S.H., M.H., Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kepala BNNK OKU Timur AKBP Efriyanto Tambunan, M.M., perwakilan Kejaksaan Negeri OKU Timur, Kodim, Staf Ahli Bidang Pemkesra Kabupaten OKU Timur, para kepala OPD serta tamu undangan.

Pergantian kepemimpinan di Lapas Kelas IIB Martapura diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas lembaga. Terutama dalam memastikan warga binaan memperoleh pembinaan yang produktif sehingga memiliki keterampilan, kesiapan mental dan kesempatan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (Eyin)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *