Bupati Tubaba salurkan santunan dan Sosialisasi 5 Program Prioritas guna dorong percepatan ekonomi masyarakat

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

TUBABA,HFL- Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., melanjutkan rangkaian kunjungan kerja maratonnya ke wilayah utara kabupaten. Setelah merampungkan agenda di Kecamatan Lambu Kibang, Bupati beserta rombongan bertolak menuju Aula Balai Tiyuh Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Rabu (28/04/2026).

​Kunjungan ini merupakan langkah estafet pemerintah daerah dalam memastikan pemerataan jangkauan 5 Program Prioritas Tubaba, sekaligus percepatan pemulihan ekonomi melalui penyaluran bantuan sosial dan modal usaha bagi masyarakat setempat.

​Dalam kegiatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tubaba turut menyalurkan bantuan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten. Ketua Baznas Tubaba, H. Purwanto, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pemberian tali asih kepada petugas garda depan lingkungan.

​”Kami memberikan tali asih kepada 350 anggota Linmas dan 124 penggali makam di wilayah Gunung Agung, Batu Putih, dan Way Kenanga. Ini adalah gagasan langsung dari Bapak Bupati sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka,” ujar Purwanto.

​Selain tali asih, Baznas juga menyalurkan bantuan modal UMKM senilai Rp500.000 bagi pedagang kecil, beasiswa non-akademik bagi siswa SD/SMP berprestasi, serta bantuan sanitasi (jambanisasi) senilai Rp3.000.000 untuk mendukung program penanganan stunting. Purwanto juga mendorong pengaktifan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap Tiyuh agar penanganan masalah sosial bisa dilakukan secara mandiri dan cepat di tingkat desa.

​Di hadapan masyarakat dan aparatur Tiyuh, Bupati Novriwan Jaya memberikan paparan edukatif mengenai peta jalan pembangunan Tubaba. Beliau menekankan bahwa kebijakan pemerintah harus selaras dari pusat hingga daerah.

​Novriwan memaparkan alasan di balik penempatan Infrastruktur pada peringkat kelima dalam skala prioritas daerah. Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah kualitas hidup manusia.

• ​Kesehatan (Peringkat 1): “Kesehatan menyangkut nyawa dan parameter lama harapan hidup. Jika warga sehat, anggaran pusat pun akan meningkat,” tegas Bupati. Ia menyoroti pembangunan RSUD Tubaba yang kini memiliki fasilitas cuci darah untuk menghemat kebocoran ekonomi daerah sebesar Rp60 miliar per tahun.

• ​Pendidikan (Peringkat 2): Investasi SDM melalui kerja sama eksklusif dengan kampus kedinasan seperti STAN, STTD, BPS, dan Telkom.

• ​Pemberdayaan Ekonomi (Peringkat 3): Melalui KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan untuk meningkatkan perputaran uang di tingkat tiyuh.

• ​Lingkungan Hidup (Peringkat 4): Fokus pada pengelolaan sampah melalui Bank Sampah untuk masa depan generasi mendatang.

• ​Infrastruktur (Peringkat 5): Bupati menyebut infrastruktur bersifat pendukung dan bukan penentu tunggal kesejahteraan ekonomi secara langsung.

“Banyak yang mengkritik soal jalan rusak. Kita paham, tapi di tengah kondisi saat ini, kita harus memilih. Kita perbaiki fasilitas kesehatan dan pendidikan dulu. Untuk infrastruktur, tahun 2026 ini kami petakan spot-spot yang paling parah untuk ditangani secara bertahap,” jelasnya.

​Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh organisasi keagamaan dan aparatur Tiyuh untuk bersinergi. Ia berharap masyarakat tidak hanya menuntut pembangunan fisik, tetapi aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan dan program ekonomi yang disediakan pemerintah.

​”Tujuan kita adalah meningkatkan lama harapan hidup dan kesejahteraan keluarga. Jika kita semua guyub dan bersatu, pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat akan lebih maksimal,” pungkasnya.

​Hadir dalam acara tersebut pimpinan Bank Lampung KCP Panaragan Jaya, BPJS Ketenagakerjaan, sejumlah Kepala Dinas, Camat Gunung Agung, Batu Putih, dan Way Kenanga, serta tokoh masyarakat setempat.(Budi)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *