Ancaman Banjir Mengintai, BPBD Lampung Utara Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Musim Hujan

REDAKSI
banner 120x600

LAMPUNG UTARA — Ancaman banjir saat musim penghujan tak bisa dianggap sepele. Mengantisipasi potensi bencana yang diperkirakan berlangsung November 2026 hingga Maret 2027, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara mulai memperkuat kesiapsiagaan personel, peralatan, dan tim respons darurat.

Langkah antisipatif itu ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di Kotabumi, Jumat (16/10/2026), dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Lampung Utara, Sanny Lumi, S.STP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Nebokadnezar Saleh, S.E., M.M.

Kesiapan menghadapi banjir menjadi perhatian utama. Sebab, ketika bencana datang, kecepatan personel bergerak dan kesiapan peralatan dapat menentukan keselamatan warga terdampak.

Dalam kegiatan tersebut, Sanny Lumi memeriksa kondisi sarana dan prasarana penanggulangan bencana sekaligus memastikan kesiapan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa personel dan peralatan tidak sekadar tersedia, tetapi juga siap digunakan ketika situasi darurat terjadi.

Kesiapsiagaan Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas. Menghadapi ancaman banjir, kesiapan harus dibuktikan melalui kemampuan bergerak cepat, koordinasi yang solid, serta penanganan yang tepat di lapangan. Peringatan dini, pemantauan wilayah rawan, dan respons cepat menjadi faktor penting untuk menekan risiko serta mencegah jatuhnya korban.

BPBD Lampung Utara pun mengimbau masyarakat, terutama warga yang bermukim di kawasan rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim penghujan.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca dan segera mengikuti arahan petugas apabila muncul tanda-tanda bahaya.

Dengan ancaman musim hujan di depan mata, kesiapsiagaan menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Bukan hanya soal apel dan pemeriksaan peralatan, tetapi tentang memastikan setiap unsur penanggulangan bencana benar-benar siap ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. (*)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *