Kotabumi – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Lampung Utara terus diperkuat dari hulu. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui Pokja IV mendorong keterlibatan aktif ibu hamil melalui inovasi “Ceting Si Alay Bumil” atau Cegah Stunting dengan Edukasi dan Akses Layanan Ibu Hamil.
Inovasi tersebut disosialisasikan dalam kegiatan yang digelar di Kantor TP PKK Kabupaten Lampung Utara, Rabu (7/10/2026). Kegiatan dihadiri Ketua TP PKK Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, didampingi Ketua I Bety Viviyanti Romli, Ketua IV dr. Artyca Wahyu Utami, serta Sekretaris TP PKK Hana Kurniati.
Sebanyak 23 Ketua TP PKK Kecamatan dan 27 Bidan Koordinator Puskesmas turut mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menjadi bagian penting dalam mendorong agar inovasi tersebut tidak berhenti pada sosialisasi di tingkat kabupaten, tetapi dapat diterapkan hingga ke tingkat desa.
Ketua TP PKK Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni mengatakan, “Ceting Si Alay Bumil” dirancang untuk meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil. Edukasi kesehatan dan pemenuhan gizi selama kehamilan dikemas dengan pendekatan yang lebih interaktif melalui permainan ular tangga.
“Ceting Si Alay Bumil ini adalah salah satu bentuk inovasi untuk menggerakkan ibu hamil agar dapat hadir di kelas ibu hamil sehingga mendapatkan edukasi dan pelayanan kesehatan yang optimal,” ujar Meri.
Menurutnya, permainan tersebut tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi diisi dengan pertanyaan seputar pengetahuan kesehatan ibu hamil. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan juga diberikan makanan bergizi, salah satunya telur rebus.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat edukasi kehamilan lebih mudah diterima sekaligus mendorong ibu hamil lebih aktif mengakses layanan kesehatan.
Meri menegaskan, keberlanjutan program menjadi hal penting. Karena itu, ia mendorong TP PKK kecamatan dan desa untuk mereplikasi inovasi tersebut secara konsisten di wilayah masing-masing.
Ia juga mengimbau pengurus PKK di tingkat kecamatan hingga desa dapat mengusulkan dukungan penganggaran melalui dana desa, sepanjang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Harapannya inovasi ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten, tetapi bisa direplikasi sampai ke seluruh desa di Lampung Utara,” katanya.
TP PKK Lampung Utara telah mendaftarkan dan melaporkan inovasi “Ceting Si Alay Bumil” kepada TP PKK Provinsi Lampung pada 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat program pencegahan stunting yang menitikberatkan pada edukasi, akses layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta keterlibatan aktif keluarga.
Dengan melibatkan PKK, tenaga kesehatan, hingga pemerintahan desa, inovasi tersebut diarahkan menjadi salah satu instrumen edukasi yang dapat menjangkau ibu hamil secara lebih luas dan berkelanjutan. (*)














