Bupati Hamartoni Dorong Fokal IMM Tak Berhenti di Seremoni, Harus Jadi Energi Perubahan

REDAKSI
banner 120x600

Kotabumi — Pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Kabupaten Lampung Utara periode 2026–2031 tidak semestinya berhenti pada seremoni pergantian kepengurusan. Di tengah berbagai tantangan sosial, intelektual, dan pembangunan daerah, organisasi alumni dituntut mampu menghadirkan gagasan sekaligus kerja nyata.

Pesan itu disampaikan Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., saat menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Fokal IMM Lampung Utara sekaligus peluncuran buku “Sang Surya Enggan Redup: Kepemimpinan Transformatif Angkatan Muda Muhammadiyah dan Rejuvenasi Martabat Muhammadiyah.

Menurut Hamartoni, Fokal IMM tidak cukup hanya diposisikan sebagai wadah silaturahmi para alumni. Lebih dari itu, organisasi tersebut harus mampu menjadi ruang pertukaran gagasan, penguatan intelektual, sekaligus jembatan pengabdian kepada masyarakat.

“Fokal IMM bukan sekadar wadah satu almamater perjuangan, tetapi rumah bagi pengalaman, ruang bagi gagasan dan jembatan bagi pengabdian,” ujar Hamartoni.

Ia menegaskan, kepengurusan baru Fokal IMM Lampung Utara diharapkan tidak terjebak pada rutinitas organisasi maupun sekadar mengejar eksistensi struktural. Justru, keberadaan organisasi harus dapat diukur dari seberapa jauh gagasan dan gerakannya memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap kepengurusan Fokal IMM Kabupaten Lampung Utara tidak hanya menjadi sebuah struktur organisasi, tetapi menjadi energi baru bagi gerakan sosial, intelektual dan pembangunan daerah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan Fokal IMM periode 2026–2031. Sebab, persoalan daerah tidak cukup dijawab dengan seremoni, slogan, maupun forum diskusi tanpa tindak lanjut. Dibutuhkan keberanian menghadirkan kritik yang konstruktif, menawarkan solusi, serta ikut mengawal berbagai agenda pembangunan agar benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Hamartoni juga memberikan apresiasi kepada Dr. Suwardi, S.H., M.H., CM., CPCLE., atas terbitnya buku Sang Surya Enggan Redup.

Menurutnya, buku tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai karya yang dibaca, tetapi mampu menjadi sumber gagasan yang memantik diskusi dan mendorong lahirnya tindakan nyata.

“Semoga buku ini tidak berhenti sebagai sebuah karya yang dibaca, tetapi menjadi gagasan yang dibicarakan, pemikiran yang direnungkan dan inspirasi yang diwujudkan dalam tindakan,” katanya.

Hamartoni menilai judul buku tersebut memiliki pesan kuat bahwa sebuah gerakan tidak boleh kehilangan cahaya dan arah perjuangannya. Karena itu, ia berharap buku tersebut dapat menjadi salah satu sumber pemikiran bagi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, sekaligus mengabdikan diri bagi masyarakat.

“Judul tersebut mengingatkan kita bahwa sebuah gerakan tidak boleh kehilangan cahayanya. Harapannya buku ini dapat menjadi salah satu mata air pemikiran bagi generasi muda untuk terus belajar, terus berkarya dan terus mengabdi,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Lampung Fikri Yasin, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua Komisi Informasi Lampung Erizal, S.Ag., S.H., M.H., Ketua Umum Pimpinan Wilayah Fokal IMM Lampung Edy Agus Yanto, S.IP., M.H., jajaran Forkopimda Lampung Utara, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. (**)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *