Desaku, Wonomarto Jadi Etalase Desa Digital dan Hilirisasi Pertanian

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

KOTABUMI – Program Desaku Maju Provinsi Lampung mulai menunjukkan gaungnya hingga ke luar daerah. Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, menjadi salah satu lokasi yang dipilih Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melihat langsung penerapan program tersebut.

Kunjungan studi tiru jajaran Pemprov NTB ke Desa Wonomarto berlangsung Selasa (29/9/2026). Kedatangan rombongan bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan untuk melihat dari dekat bagaimana konsep pembangunan desa diterapkan melalui penguatan ekonomi, hilirisasi pertanian, hingga digitalisasi pelayanan masyarakat.

Desa Wonomarto dinilai memiliki sejumlah praktik yang menarik untuk dipelajari, khususnya dalam mengembangkan potensi desa agar tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

Dalam pemaparan di Kantor Desa Wonomarto, Kepala Desa Wonomarto menjelaskan salah satu program unggulan desa adalah hilirisasi sektor pertanian melalui usaha pengeringan hasil pertanian menggunakan mesin Bed Dryer.

Mesin tersebut merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.T. Pengelolaannya dipercayakan kepada BUMDes Swadesa Artha Mandiri, sehingga fasilitas tersebut diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa.

Konsep ini menjadi penting karena hasil pertanian tidak hanya dijual dalam kondisi mentah. Melalui proses pengeringan, hasil produksi dapat ditangani lebih baik sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat dan petani.

Tak berhenti pada sektor pertanian, Wonomarto juga mulai memperkuat digitalisasi desa. Pelayanan administrasi kependudukan dilakukan secara daring dan terhubung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan praktis bagi masyarakat. Selain itu, Desa Wonomarto juga menerapkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online melalui E-Samdes.

Di sektor pertanian, inovasi juga dikembangkan melalui produksi pupuk cair yang dilakukan Gapoktan Desa Wonomarto. Produk tersebut kemudian didistribusikan kepada para petani untuk mendukung kebutuhan usaha tani di tingkat desa.

Wonomarto bahkan mengembangkan produksi pakan ternak dan pelet ikan. Produk tersebut disebut memiliki komposisi yang mampu bersaing dengan produk dari luar daerah dan telah melalui pengujian laboratorium.

Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak semata berbicara mengenai pembangunan fisik. Ada upaya mendorong desa menjadi pusat aktivitas ekonomi, produksi, pelayanan publik, sekaligus ruang tumbuhnya inovasi masyarakat.

Kehadiran jajaran Pemprov NTB untuk melakukan studi tiru menjadi sinyal bahwa praktik yang berkembang di Desa Wonomarto memiliki sisi yang dianggap relevan untuk dipelajari dan dikembangkan di daerah lain.

Dengan menggabungkan hilirisasi pertanian, penguatan BUMDes, produksi sarana pendukung pertanian dan perikanan, serta digitalisasi pelayanan publik, Wonomarto kini tidak hanya menjalankan program Desaku Maju, tetapi juga memperlihatkan bagaimana potensi desa dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Bagi Lampung Utara, kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa desa mampu menjadi motor penggerak pembangunan ketika potensi lokal dikelola secara produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.(Egi)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *