BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Ada fondasi yang harus lebih dulu dijaga, rasa aman masyarakat.
Pesan itu disampaikan Gubernur saat membuka Kemah Bhakti Satya Linmas di Lapangan Kepayang, Bumi Perkemahan Pramuka, Bandar Lampung, Kamis (24/9/2026).
Menurut Mirza, pembangunan akan sulit berjalan optimal apabila masyarakat masih dibayangi kekhawatiran terhadap keamanan dan ketenteraman di lingkungan tempat mereka tinggal.
Karena itu, keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dinilai memiliki posisi strategis. Mereka bukan sekadar unsur pelengkap di tingkat desa dan kelurahan, tetapi berada langsung di tengah masyarakat dan menjadi salah satu garda terdepan ketika terjadi persoalan sosial maupun bencana.
“Rasa aman adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa rasa aman, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Mengacu pada Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, peran Satlinmas diarahkan tidak hanya pada aspek ketenteraman dan perlindungan masyarakat, tetapi juga pelayanan dengan pendekatan humanis.
Karena itu, penguatan kapasitas Linmas menjadi penting. Disiplin, solidaritas, kemampuan menghadapi situasi darurat, hingga kesiapsiagaan harus dibangun agar Satlinmas mampu merespons persoalan di lapangan secara cepat dan tepat.
Kemah Bhakti Satya Linmas diikuti 1.260 anggota Linmas dari 126 kelurahan. Jumlah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kekuatan unsur perlindungan masyarakat yang tersebar hingga tingkat lingkungan.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara Satlinmas, pemerintah desa dan kelurahan, aparat keamanan, serta masyarakat sipil.
Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, sinergi tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Penguatan perlindungan masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan desa dan kelurahan yang aman, tangguh, serta memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai persoalan.
Sebab, pembangunan yang hanya terlihat dari jalan, gedung dan angka pertumbuhan ekonomi belum cukup. Pembangunan harus dirasakan dalam bentuk lain yang paling mendasar: masyarakat dapat beraktivitas, bekerja dan hidup tanpa dihantui rasa takut.
Dari lingkungan yang aman itulah, menurut pemerintah, fondasi pembangunan Lampung dapat diperkuat.(Sangun)














