LAMPUNG UTARA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Utara terus memperkuat kapasitas jajaran penyelenggara pemilu melalui kegiatan Bedah Buku Seri I bertema “Silon, Sistem Informasi Pencalonan (9 Tahun Inovasi Pemilu Indonesia)”, yang digelar di Aula KPU Lampung Utara, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi terhadap perjalanan inovasi digital dalam penyelenggaraan pemilu, khususnya melalui Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang digunakan untuk mendukung proses pencalonan agar lebih tertata, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua KPU Kabupaten Lampung Utara Anthon Ferdiansyah membuka langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Anggota KPU Lampung Utara Marwan Affandi, Arieska Selvianita, Jaka Pramana dan Ardiyansyah, Plt. Sekretaris KPU Lampung Utara, para Kasubbag serta jajaran staf sekretariat.
Materi bedah buku disampaikan Anggota KPU Lampung Utara, Marwan Affandi, yang mengajak jajaran penyelenggara memahami lebih jauh perkembangan Silon sekaligus berbagai prinsip yang harus dijaga dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.
Bukan sekadar membahas sistem dan teknologi, kegiatan tersebut juga menempatkan integritas, transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pemilu.
Pemanfaatan sistem informasi dalam proses pencalonan menuntut jajaran penyelenggara tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memiliki ketelitian dan konsistensi dalam menjalankan setiap prosedur sesuai ketentuan.
Ketua KPU Lampung Utara Anthon Ferdiansyah dalam pembukaannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas seluruh jajaran penyelenggara. Pemahaman yang kuat terhadap regulasi dan sistem pendukung pemilu dinilai menjadi salah satu fondasi untuk menjaga profesionalitas penyelenggara.
“Peningkatan kapasitas bukan hanya soal memahami sistem, tetapi bagaimana setiap jajaran mampu menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas,” menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut.
Bedah Buku Seri I berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi. Forum ini sekaligus menjadi momentum bagi jajaran KPU Lampung Utara untuk menguatkan pemahaman serta komitmen dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu.
Di tengah tuntutan publik terhadap pemilu yang transparan dan dapat dipercaya, penguatan kapasitas penyelenggara menjadi bagian penting. Teknologi dapat menjadi instrumen pendukung, tetapi integritas tetap berada di tangan manusia yang menjalankannya.(Arif)














