45,5 Kg Sabu dan 9.439 Ekstasi Dimusnahkan. Herman Deru”Benteng Narkoba Harus Dimulai dari Keluarga”

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

PALEMBANG — Puluhan kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi dimusnahkan. Jaringan narkotika internasional Malaysia-Palembang-PALI kembali terbongkar, sekaligus menjadi alarm keras bahwa ancaman narkoba kini tidak lagi hanya mengintai kawasan perkotaan, tetapi telah merambah hingga daerah dan desa.

Sebanyak 45,5 kilogram sabu, 9.439 butir ekstasi, dan 140 cartridge Etomidate dimusnahkan di halaman Kantor BNNP Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2026).

Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, yang hadir dalam pemusnahan tersebut menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak mungkin dimenangkan hanya dengan mengandalkan aparat penegak hukum.

Menurutnya, benteng pertama menghadang narkoba justru harus dibangun dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat: keluarga, lingkungan tempat tinggal, desa, hingga tokoh agama.

“Sasarannya sekarang ini adalah daerah dan desa. Karena itu, kita perlu memperkuat benteng mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat hingga desa, khususnya melibatkan tokoh agama,” ujar Herman Deru.

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan gerakan bersama. Sebab, ketika jaringan narkotika mulai menyentuh wilayah desa, pencegahan tidak bisa lagi hanya dilakukan setelah kejahatan terjadi.

Herman Deru juga mengingatkan agar keberhasilan pembangunan Sumsel di berbagai sektor tidak membuat ancaman narkoba luput dari perhatian.

Capaian di bidang pangan dan penanganan stunting, kata dia, harus berjalan beriringan dengan upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.

Program pembangunan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), menurutnya, harus dibarengi dengan lingkungan yang sehat dan aman agar generasi muda tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang kuat.

Karena itu, Herman Deru mendorong keterlibatan lebih besar organisasi keagamaan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, untuk memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Hisar Siallagan mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 pihaknya telah mengungkap sekitar 65 kilogram sabu, selain sejumlah barang bukti narkotika lainnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman peredaran narkotika di Sumsel masih serius dan membutuhkan penindakan berkelanjutan. Hisar menegaskan BNNP Sumsel tidak akan memberikan ruang bagi para bandar maupun jaringan narkotika.

“Kami tidak akan berhenti. Para bandar dan jaringan narkotika, cepat atau lambat, akan terus kami kejar,” tegasnya.

BNNP Sumsel, lanjut Hisar, akan terus memburu para bandar dan membongkar jaringan peredaran gelap narkotika dengan mengandalkan data intelijen serta informasi dari masyarakat.

Pesan yang disampaikan dalam pemusnahan barang bukti tersebut pun tegas, perang melawan narkoba bukan hanya urusan aparat. Ketika jaringan narkotika mulai menyasar daerah dan desa, keluarga dan masyarakat menjadi benteng terdepan untuk memutus mata rantainya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kepala Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan.(Yin)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *