KOTABUMI — Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian tidak semestinya ikut terkubur. Pengalaman panjang para birokrat senior seharusnya tidak berhenti menjadi cerita masa lalu, melainkan menjadi sumber kritik, masukan dan pembelajaran bagi pemerintahan yang sedang berjalan.
Pesan tersebut mencuat dalam kunjungan silaturahmi Keluarga Besar Purna Bakti Praja Provinsi Lampung ke Rumah Jabatan Bupati Lampung Utara, Rabu (16/9/2026).
Rombongan para purna bakti dan sejumlah tokoh senior birokrasi Lampung diterima langsung Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si. Pertemuan itu turut dihadiri Anggota DPR RI Ir. Irham Jafar Lan Putra, MH., Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Administrasi Umum Dr. Drs. Sulpakar, M.M., serta sejumlah tokoh senior Lampung.
Di antaranya Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampoerna Jaya, Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Berlian Tihang, M.M., Mantan Direktur Umum dan Pelayanan RSUD Abdul Moeloek Drs. Ali Zubaidi, M.M., serta Ketua Birokrat Purna Bhakti Utama Provinsi Lampung Drs. Zainal Abidin Hasan.
Bupati Hamartoni menyambut kehadiran para senior tersebut dengan penuh penghormatan. Menurutnya, purna bakti tidak boleh dimaknai sebagai garis akhir dari sebuah pengabdian.
Justru setelah tidak lagi berada di dalam struktur kekuasaan birokrasi, para senior memiliki ruang yang lebih leluasa untuk menyumbangkan pengalaman dan pandangan secara objektif.
“Pertemuan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan yang sangat berarti. Di tengah kesibukan kita, hari ini kita diberikan kesempatan untuk duduk bersama kembali merajut tali persaudaraan,” ujar Hamartoni.
Namun, silaturahmi semacam ini idealnya tidak berhenti pada seremoni, ramah tamah dan foto bersama.
Pemerintahan membutuhkan lebih dari sekadar tepuk tangan. Pemerintah juga membutuhkan kritik, koreksi dan pengalaman dari mereka yang pernah berada di dalam lingkaran birokrasi.
Sebab, pembangunan daerah tidak selalu berjalan mulus. Persoalan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pengelolaan anggaran hingga berbagai persoalan pembangunan membutuhkan pandangan yang jernih dan berani.
Karena itu, keberadaan para purna bakti dapat menjadi ruang penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan pemerintahan. Pengalaman panjang mereka dapat menjadi bahan evaluasi agar kesalahan masa lalu tidak kembali berulang dan kebijakan hari ini tidak kehilangan pijakan.
Hamartoni berharap Keluarga Besar Purna Bakti Praja Provinsi Lampung terus menjadi rumah bersama yang menghimpun pengalaman, kebijaksanaan serta semangat untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan, jangan sampai purna bakti hanya menjadi predikat administratif.
Sebab, daerah membutuhkan para senior bukan hanya ketika acara seremonial digelar, tetapi juga ketika pemerintah membutuhkan pandangan yang jujur, kritik yang konstruktif dan pengalaman untuk membaca persoalan secara lebih matang.
Silaturahmi di Rumah Jabatan Bupati Lampung Utara itu pun berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan foto bersama.
Tetapi di balik suasana hangat tersebut, ada pesan yang jauh lebih penting. jabatan boleh selesai, tetapi tanggung jawab moral untuk ikut memikirkan masa depan daerah tidak semestinya ikut pensiun.(Rosadi)














