Lampung Utara Sabet Anugerah Terbaik Kabupaten/Kota di Lampung Tapis Karnaval 2026

REDAKSI
Oplus_131072
banner 120x600

BANDAR LAMPUNG – Gemerlap budaya Lampung di panggung Lampung Tapis Karnaval 2026 menjadi momentum bagi Kabupaten Lampung Utara untuk kembali menunjukkan kekuatan identitas budayanya.

Tampil dengan mengusung tema “Kemilau Jak Ragem Tunas Lampung Utara”, kontingen Lampung Utara sukses menyabet Anugerah Khusus sebagai Terbaik Kabupaten/Kota 2026 dalam ajang Lampung Tapis Karnaval 2026 yang digelar di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).

Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi Lampung Utara dalam upaya melestarikan sekaligus mempromosikan seni, adat dan budaya daerah di tingkat provinsi.

Lampung Tapis Karnaval sendiri merupakan bagian dari rangkaian Festival Krakatau XXXV, yang mempertemukan kontingen kabupaten/kota dan berbagai unsur masyarakat untuk menampilkan ragam kekayaan budaya Lampung dalam sebuah perhelatan kolosal.

Dengan kekuatan sekitar 180 peserta, kontingen Lampung Utara tampil membawa pesan tentang keberagaman, kekayaan tradisi dan identitas daerah. Konsep pertunjukan memadukan seni tradisional dengan sentuhan kreativitas modern sehingga menghasilkan kirab yang atraktif dan sarat makna.

Penampilan dibuka dengan Amuk atau pencak silat Lampung, disusul sepasang Muli Mekhanai Tapis dan barisan penari yang mengadaptasi sejumlah tarian tradisional, di antaranya Tari Sigeh Penguten, Tari Berpayung Agung, Tari Selendang Tapis dan Tari Beppayan Emas Agung. Parade Kostum, Dari Badik Emas hingga Garuda Bumi Lampung

Daya tarik kontingen Lampung Utara semakin kuat melalui parade kostum fantasi yang mengangkat berbagai simbol dan identitas daerah.

Sejumlah karakter yang ditampilkan antara lain Kesatria Payan Emas, Bepayung Adat Lampung, Kupu-Kupu Tapis, Garuda Bumi Lampung, Muli Manuk Mekhem, Matahari Senja di Tanoh Abung, Matahari Terbit di Utara Lampung, Kesatria Badik Emas, Muli Siger hingga Manuk Tapis.

Karya-karya tersebut merupakan hasil garapan Maruladiva Art Gallery Kotabumi yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara.

Tidak sekadar mengejar kemegahan visual, konsep artistik yang dihadirkan juga sarat dengan simbol daerah. Badik Lampung, Jung Sarat, Siger Abung Lampung hingga Tugu Payan Emas Kotabumi menjadi bagian dari sumber inspirasi dalam merancang keseluruhan penampilan.

Keberagaman Jadi Kekuatan Yang membuat penampilan Lampung Utara semakin menonjol adalah pesan tentang keberagaman yang dihadirkan dalam satu kesatuan kirab.

Kontingen tidak hanya merepresentasikan kebudayaan Lampung, tetapi juga menggambarkan kehidupan masyarakat Lampung Utara yang majemuk.

Alunan musik tradisional seperti cetik, kenong dan rebana berpadu dengan penampilan Mighul Bersatu Kabupaten Lampung Utara, barongsai dari masyarakat Tionghoa, serta Melody SKANSA BK, grup drum band SMKN 1 Bukit Kemuning.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa keberagaman bukan sekadar realitas sosial, tetapi dapat menjadi kekuatan dalam membangun identitas budaya daerah.

Dari panggung Lampung Tapis Karnaval 2026, Lampung Utara tidak hanya membawa pulang penghargaan. Kontingen tersebut juga membawa pesan bahwa tradisi dapat terus hidup ketika mampu dirawat, dikemas kreatif dan diperkenalkan kepada publik melalui karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Anugerah Terbaik Kabupaten/Kota 2026 pun menjadi penegasan bahwa kekayaan budaya Lampung Utara memiliki daya saing ketika dipadukan dengan kreativitas, kolaborasi dan semangat menjaga identitas daerah. (**)

banner 450x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *