Tulang Bawang Barat,HFL – Penyelewengan dana KIP Kuliah (KIP-K) dengan modus pungutan liar (pungli) terjadi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kelurahan Dayamurni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), pemotongan dana bantuan oleh pihak kampus/pihak tidak bertanggung jawab tersebut diceritakan oleh salah satu Mahasiswa Kampus setempat.
Modus yang dilakukan oknum Kampus tersebut dengan dengan menguasai kartu ATM mahasiswa, bahkan ditemukan juga kasus penerima fiktif dan gaya hidup mewah oleh penerima yang tidak tepat sasaran. Kasus ini menimpa puluhan mahasiswa Perguruan tinggi yang berada di wilayah Kelurahan Dayamurni Kecamatan Tumijajar dan berpotensi memotong dana hidup mahasiswa hingga puluhan jutaan rupiah. Rabu (8/4//2026)
Salah satu mahasiswa Kampus tersebut
menceritakan bahwa sejak semester pertama hingga semester kedua tahun ajaran 2026 ini, ia hanya menerima Rp. 1 juta saja, padahal seharusnya dirinya menerima bantuan tersebut sebesar Rp. 6.600.000.- per semester.
“Pada semester pertama kami mendapat
bantuan KIP itu sebesar enam juta enam ratus, tapi kata pihak kampus uang itu dipotong untuk biaya UKT dan Almamater, terus di semester
kedua kami disuruh ke Bank Mandiri untuk buat ATM dan saya lihat saldonya benar segitu, tapi nggak bisa ditarik kata salah satu Dosen kami alasannya harus nunggu pimpinan, tapi setelah
beberapa hari kemudian kami cuma dikasi 1 juta aja dan ATM nya juga dipegang sama Dosen kami ” ungkapnya.
Kasus ini merupakan tindak pidana korupsi yang dapat dijerat UU Tipikor dengan ancaman pidana penjara hingga seumur hidup. Mahasiswa diminta berhati-hati, tidak memberikan data pribadi/rekening, dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan, terutama dengan memverifikasi informasi melalui saluran resmi.
Ketua Yayasan juga merangkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulang bawang Barat Nurkholis Majid, S.I.P., M.M.. saat di hub telpon juga pesan whastap tidak merespon,saat di datangi di kantor sosial pun tidak ada di tempat juga di kediamannya oleh awak media.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kampus tidak dapat ditemui dan terkesan menghindar,(Budi).














